header Diary Jingga

Suka Duka ODOP, Bertemu Sahabat Rasa Saudara sampai Mata Panda

Posting Komentar

Hari ini aku ingin cerita tentang  suka duka ODOP Bacth 8 versi aku tentunya. Jam menunjukkan pukul 22.00, dan aku belum memenuhi tantangan ODOP hari ini.  Sudah lima puluh  hari lebih aku begini, tertidur saat jam Cinderella berbunyi. Malah terkadang pernah juga setengah tiga baru tidur karena menumpuknya deadline yang harus dikejar. Yah, aku seorang deadliner akut, dan belum juga taubat sampai sekarang. 

Komunitas ODOP


Akan aku ceritakan suka duka mengikuti tantangan open recrutment (Oprec) komunitas ODOP (one day one post) dengan keakutan aku mengejar deadline. Akibat kejadian-kejadian ini aku taubat deh jadi penyandang deadliner.

Suka Duka ODOP Versi Vie

Saat mendapat kabar bahwa komunitas ODOP membuka kesempatan untuk rekrutmen aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jika tidak, aku harus nunggu tahun depan dong. Walaupun dengan segudang kesibukan aku tekadkan untuk ikut tantangan ini sampai usai 60 hari.

Berikut aku akan berbagi pengalaman tentang hal-hal yang aku sukai selama tantangan berlangsung  

  • Tambah Teman
Kalau tambah teman sudah pasti. Dari hari ke hari aku semakin akrab dengan beberapa peserta lain. Selain teman seperjuangan dari Sukabumi teh Wiwi dan kang Yonal, aku juga punya sahabat yang dekat banget di Odop. Aku memanggilnya kembaran karena namanya sama, yaitu Novia Andriyani dia sering membantu saat aku kesulitan. Apalagi kita satu group juga di kelas blog. 
  • Tambah Ilmu
Tambah ilmu, jelas banget dong ya. Di ODOP setiap satu pekan sekali ada tantangan atau tugas wajib. Kerennya lagi, peserta gak dilepas gitu aja. Tapi kami diberi materinya. Dengan mendatangkan pemateri yang keren dan mumpuni di bidangnya. 
  • Tambah Pengalaman
Yang terakhir pengalaman. Kalau diceritakan kadang suka bikin malu sendiri. Seperti pengalaman aku pekan ini. Ketika mendapat tugas menulis opini aku kurang teliti bacanya. Dikira tulisan opini saja tanpa embel-embel tema khusus covid dan pengaruhnya terhadap anggota komunitas ODOP. 

Hari Jumat batas waktu pengumpulan tugas, aku sih santai karena merasa sudah setor. Sekitar jam 13.00 baca chat group, kak Nimas salah satu peje squad blog di ODOP mengingatkan bagi yang belum setor tugas. Aku melotot dong pas baca tema pentingnya. Auto buka laptop langsung menulis ulang tugas dengan tema sesuai tentunya. 

Jumat pukul  17.00 laporan link tugas terkirim. Pas di jam di mana batas akhir pengumpulan disiarkan. Lega, makasih kak Nimas. Beruntung di ODOP panitia nya kece-kece, sabar dan baik semua. 

Kejutan belum usai, sorenya dapat konfirmasi dari kak Riana, bahwa naskah aku akan dibedah. Salahnya, aku gak konfirmasi ke PJ bedah tulisan, tentang tulisan yang tertukar wkwkwk. Sampailah saat eksekusi. 

Artikelku, menjadi artikel teraneh malam itu karena bukan artikel tugas. Oalahh jadi yang di bahas artikel tugas toh kalau bedah tulisan. Kemana saja aku selama ini. Kak Nimas ketawa ngakak dong dengan kecupuan. Udah cupu, kudet lagi. Kami jadi nyengir bersama. 

Alhamdulillah setelah konfirmasi sana sini, akhirnya di tiga puluh menit terakhir. Tulisanku jadi juga ikut dibedah. Hikmahnya apa? Malu iya, tapi aseek dong blog ku jadi dikunjungi double. 

Kalau tadi Suka, sekarang dukanya ikutan komunitas ODOP

Sebenarnya ga ada duka nya sihh always happy aku di ODOP dukanya hanya satu mata panda hahaha. Yap, semenjak ikutan ODOP jam tidur berkurang karena seringnya posting menjelang jam Cinderella yaitu 23.59. 

Itu tadi cerita suka duka ODOP versi aku. Jika kalian punya passion menulis. Jangan lewatkan agenda-agenda ODOP. Aku baru ikut dua ini RWC dan yang sekarang OPREC. Semoga setelah tantangan ini selesai aku tetap konsisten menulis. Karena di ODOP, intinya adalah menjaga konsistensi menulis. 

Kalau kamu, punya pengalaman seru saat di ODOP cerita ya, di kolom komentar 😀





Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email