header Diary Jingga

Menanggapi Kasus Terbaru Corona Klaster Pesantren, 57 Santri Positif Di Sukabumi

26 komentar

Menanggapi-Klaster-pesantren


Klaster pesantren bertambah , 57 santri di Cibadak Kabupaten Sukabumi menambah daftar penyebaran kasus corona terbaru. Kaget, tentu saja. Aku membaca berita dari kompas.com dan  juga sebuah whatsapp group sekolah. Pesantren sebesar itu dengan jumlah santri yang banyak tentunya mempunyai resiko penyebaran. Mengingat hal itu, pastinya segala hal yang berkaitan dengan pencegahan sudah dilakukan. Qodarullah jika ada yang terkena, yang terpenting kita doakan semoga ananda semua yang terkena segera pulih.

Al Bayan Telah Melakukan Antisipasi Penyebaran di Klaster Pesantren.


Tak lama setelah kejadian, pihak Pondok Pesantren Unggul Al Bayan melakukan pers release terkait adanya santri positif covid-19. Pimpinan pesantren unggul Al Bayan membenarkan kabar adanya santri yang terkonfirmasi postif covid-19. Namun, pihaknya juga menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan terkait pencegahan penyebaran corona virus di lingkungan pesantren. 

Beberapa poin yang telah dilaksanakan seperti tertera dalam pers release, sebagai upaya pencegahan adalah sebagai berikut : 

  • Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan di berbagai tempat di lokasi sekolah dan asrama 
  • Memastikan ketersediaan fasilitas pengukur suhu dan melakukan pengaturan jaga jarak di berbagai fasilitas sekolah/ asrama 
  • Memastikan bahwa seluruh guru dan karyawan dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif sebelum awal proses tatap muka/ kedatangan santri pertama kali ke asrama. 
  • Memastikan bahwa seluruh santri yang datang pada saat awal pertama kali dilkakukan rapid test dan hanya non reaktif yang dapat mengikuti proses belajar tatap muka. 
  • Melakukan pencegahan suhu kepada setiap orang yang masuk lingkungan sekolah / asrama 
  • Melarang kunjungan dari orangtua santri selama masa pandemi 
  • Memastikan penggunaan masker di lingkungan sekolah 
  • Memberikan makanan tambahan kepada seluruh santri 
  • Melakukan rapid test (antigen) ulang kepada seluruh guru dan memastikan seluruh guru dan karyawan non reaktif covid-19. 
  • Memberikan penyuluhan secara rutin kepada seluruh santri, guru dan karyawan terkait pelaksanaan 3M (Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) 

(Sumber : Pers Release Pondok Pesantren Unggul Al Bayan) 



Terkait dengan kabar 57 santri yang positif covid-19, pimpinan Al bayan membenarkan dan telah melakukan tindakan berupa penyemprotan disinfektan di seluruh area dan menghentikan aktiitas belajar mengajar sementara waktu. Dari 318 orang yang melakukan SWAB PCR test, 57 santri yang terkonfirmasi positif covid-19. Menurutnya juga, keadaan ke-57 santri saat ini dalam keadaan sehat wal afiat. Mereka melakukan karantina secara mandiri di asrama sekolah di bawah pengawasan langsung dari dinas kesehatan kabupaten Sukabumi. Sedangkan santri yang negatif, dipulangkan ke daerah masing-masing. Pembelajaran selanjutnya dilakukan secara daring.

Tips Ala Vie, dalam Menanggapi Berita Terkait Corona 


1. Takut Jangan, Waspada Boleh 

Kita memang tidak diarahkan untuk stres ketika mendapatkan berita tentang kasus covid-19 yang semakin bertambah dari hari ke hari. Berita semacam itu di buat untuk supaya kita tetap waspada dan tahu bahwa pandemi ini belum berakhir. Jika kita menanggapi setiap berita dengan negatif yang ada kesehatan mental kita yang terganggu. Akibatnya kita menjadi pribadi yang berlebihan dalam menanggapinya. 



2. Tetap Tenang Menanggapi Pemberitaan 

Untuk bisa bertahan di tengah pandemi seperti ini, selain pencegahan secara fisik kita juga harus melakukan pencegahan terhadap kesehatan jiwa kita agar tetap tenang dan bahagia. Ini penting, karena kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh kesehatan mental. 



3. Patuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 

Jangan ngeyel deh, tetap ikuti protokol kesehatan. Seperti lirik lagu Padi terbaru “Ingat Pesan Ibu” yaitu: 

Pakai maskermu 

Cuci tangan pakai sabun 

Jangan sampai tertular 

Ingat selalu pesan Ibu 

Jaga jarakmu 

Hindari kerumunan 

Jaga keluargamu 



4. Jika Orang Terdekat Kena, Support dan Jangan dijauhi 

Satu hal yang tak boleh lepas dari sisi kemanusian kita, yaitu sikap empati, juga simpati. Ketika ada orang terdekat yang terkena covid-19 maka hal yang pertama harus kita lakukan adalah empati. Bagaimana jika kita ada di posisi mereka, pasti sedih dong kalau dijauhi. Nah, setelahnya bersimpatilah. Caranya kita bisa mengurangi bebannya dengan menjadi teman bicara, walaupun lewat chat online dan memastikan kebutuhannya terpenuhi. 



5. Fokus pada pencegahan, bukan malah horor mengikuti perkembangannya 

Jika kamu salah satu yang update pada perkembangan kasus terbaru. Fokuslah pada upaya pencegahannya bukan malah merasa horor dan stres sendiri hingga lupa pada inti penting dari berita yang disampaikan, yang  tujuannya adalah untuk kita waspada bukan takut. 



6. Jangan Jadi Stupid Covid 

Kamu tahu apa itu stupid Covid? Istilah bagi orang yang bodoh atau membodohi diri dan orang lain dengan anggapan covid-19 itu ga ada, ini rekayasa, ini konspirasi. Silahkan jika kamu salah satu yang beranggapan begitu. Toh dipaksa sedemikian rupa juga kamunya ga mau percaya. Tapi ya, jangan bawa-bawa orang lain dengan stigma negatifmu itu. Apalagi kamu mengajak melakukan hal yang bertentangan dengan pencegahannya. Misal bilang 

“Alah, ngapain pakai masker. Buka aja, corona itu ga ada. Mau aja dibohongi” 

“Main ya main aja hayulah, corona itu ga ada. Itu cuma konspirasi” 



Jadi kalau merasa corona itu ga ada, ya udah diam. Nikmati hidupmu dan syukuri karena kamu memang orang yang tidak terkonfirmasi. Syukuri sehatmu, diam lebih baik dari pada menyebar ajakan yang bisa merugikan orang lain. Jangan sampai karena orang-orang yang stupid covid semakin bertambah, berbanding lurus dengan kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang tak segera usai. 



7. Percaya, bahwa yang terjadi atas kehendak Allah SWT 

Jika sudah maksimal dalam ikhtiar, qodarullah jika ada orang terdekat kita yang terkena. Maka hal yang paling menenangkan adalah mengembalikannya pada Allah SWT. Tetap tawakal, berdoa dan berupaya segera pulih. Bukankah Tuhan kita menyerukan untuk memaksimalkan ikhtiar, baru tawakal setelahnya. 



Sahabat Vie, itu tadi hal-hal yang coba aku urai menjadi benang merah dari berita kasus bertambahnya klaster pesantren dalam kasus covid-19 di Indonesia dan upaya apa yang bisa kita lakukan dalam menanggapi berbagai pemberitaan tentang perkembangan coron virus ini. Semoga bermanfaat ya. Jika kamu punya ide lain terkait cara menanggapi perkembangan kasus corona ini, yuk tulis di kolom komentar. Terimakah, wassalam.
Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

26 komentar

  1. Keren tipsnya Mba, deket kosku ada pesantren yang udah mulai aktif lagi nih Mba, jadi bisa nerapin tips ini. Semangat Mba

    BalasHapus
  2. Maksih Kaka... Tetap semangat

    BalasHapus
  3. Innalillahi, baru tau teh kalau Al-bayan terdampak juga, dan sebanyak itu. Mudah-mudahan Allah melindungi dan menjaga kesehatan kita. Aamiin

    BalasHapus
  4. Aamiin... Iya kang, bertambah lagi klaster pesantren di Sukabumi, stelah Syamsul Ulum

    BalasHapus
  5. Dan semoga segera berlalu pandemi ini ya mbaak... Pondok deket rumah juga udah mulai aktif ngajinya meski diberlakukan sistem sift.. semoga tips ini bisa diterapkan juga disini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga kita semua ada dalam lindungan-Nya

      Hapus
  6. Semoga sekolah dan kampus juga bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka

    BalasHapus
  7. Bismillah.. lindunhi kami dan keluarga kami Yaa Allah

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah, pondok anak-anakku aman. Demi menjaga kesehatan mereka, udah 3 bulan ini kami dilarang nengok. Semoga semua selalu diberi kesehatan, ya. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Bunda, sama di tempat saya tugas pun demikian

      Hapus
  9. saya juga baru tahu dari teh Vie di sini, setelah sebelumnya syamsul ulum. Semoga mereka lekas sehat kembali dan corona lekas berakhir dari bumi ini, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh Aamiin semoga segera berlalu sudah 280 lebih hiks

      Hapus
  10. Aku akhir-akhir ini udah jarang ngikutin berita corona mba. Tapi kadang masih nanya-nanya langsung ke temen yang kerja di bidang kesehatan buat tau perkembangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... Kadang itu perlu juga utk mengurangi rasa khawatir berlebihan

      Hapus
  11. Tips nya sangat lengkap mba.. Mematuhi protokol kesehatan adalah wajib saat melakukan aktivitas mengingat pandemi belum berakhir dan kasus corona di indonesia pun masih meningkat.

    BalasHapus
  12. "Alah, ngapain pakai masker. Buka aja, corona itu ga ada. Mau aja dibohongi” kalimat ini sudah berapa kali dengernyaa, hiks. Semoga, covid segera berakhir ya mba.

    BalasHapus
  13. Semoga segera berakhir pandemi ini.

    BalasHapus
  14. keren tipsnya. Pada dasarnya manusia wajib berusaha, hasil akhir Allah yang menentukan. Jangan malah nantangin dengan nggak pakai masker dsb.

    BalasHapus
  15. Pas ingat pesan ibu ko jadi ikutan nyanyi ya hehe. Keren banget jika kita patuhi protokol kesehatan

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email