header Diary Jingga

Perjuangan Azalea 2

Posting Komentar

 


Aku berusaha mengingat kembali apa yang salah dengan kandungan ku. Tepat seminggu yang lalu, aku baru saja memeriksakan kandunganku. Semua baik-baik saja. Air ketuban, posisi janin semua tak ada yang salah. Dokter mengatakan usia kandunganku 7 bulan. Tak begitu ingat Minggu ke berapa. Yang jelas saat itu aku bersyukur aku baik-baik saja. 

Seminggu kemudian aku beraktivitas seperti biasa. Berangkat ke sekolah untuk mengajar. Belum berniat mengajukan cuti karena masih lama, pikirku. Tak ada keluhan apa-apa. Kehamilanku tak berpengaruh banyak pada tubuhku selain berat badan yang terus meningkat. Aku tidak ngidam seperti wanita pada umumnya. Azaleaku tak membuat aku kehilangan nafsu makan. Makanku normal, dan kondisi kesehatanku stabil. 

Hari Senin tanggal 16 November 2009, aku dan suami berkunjung ke rumah teman. Aku makan banyak sekali. Kami tertawa dan mengisi hari itu dengan banyak kelakar kekeluargaan. Hingga lupa waktu sudah beranjak sore. Kami pun pamit untuk pulang  

Perjalanan dari rumah teman menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah. Saat adzan Maghrib kami masih diperjalanan. Melewati rimbun bambu, pesawahan dan jalan raya yang tidak terlalu ramai. Jam delapan malam kami akhirnya bisa istirahat di rumah setelah membersihkan diri. Ngobrol sebentar dengan suami. Jam sembilan malam aku sudah masuk alam mimpi. 

Tiba-tiba tengah malam terbangun, terhenyak saat ku raba tempat tidurku basah. 

"Kayaknya aku ngompol deh, kok ga kerasa ya" aku melompat berdiri sambil menyalakan lampu kamar. 

Melihat darah yang banyak membasahi tempat tidur,  aku lemas menyandarkan tubuh di dinding kamar sambil membangunkan suami. Ku lihat darah terus merembes di betisku. Suamiku bangun, langsung loncat memelukku. 
 
"Bawa aku ke kamar sebelah" kataku berusaha tenang. 
Aku tidur kembali di tempat tidur yang beralas plastik. Suamiku masih pucat pasi, seperti robot dia hanya patuh pada perintahku. 

"Minta tolong tetangga, Say. Panggilkan bidan. Pintaku" 
"Lalu kamu di sini sama siapa? Sebentar aku panggil tetangga dulu ya buat menemani. Aku hanya mengangguk pasrah. 
Bu Ratna tetanggaku, datang tak lama. Lalu membersihkan darah di kakiku.

Bersambung... 😊

Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email