header Diary Jingga

Perjuangan Azalea Part 1

Posting Komentar

Perjuangan Azalea adalah kisah tentang sebuah skenario untuk menghadirkan bunga sekuat dan seindah Azaleaku. 

Perjuangan Azalea part 1

Malam ini 00.00, sebelas tahun lalu tepat di awal Selasa. Sebuah angkutan  umum memasuki halaman rumah sakit. Aku terbaring di dalamnya dengan kondisi yang payah. Darah masih mengalir deras merembes membasahi bajuku. Sesaat kemudian suara roda-roda berlari berderit-derit menggilas lantai sepi rumah sakit pada dini hari yang beku. 


Untuk kesekian kalinya aku mengusap perutku. 

"Kuat ya, Nak..." lirihku gamang

"Kau anak yang kuat, ayo berjuang" lanjutku meyakinkannya. 

Bukan jabang bayi yang aku yakinkan. Pada kenyataannya aku berusaha meyakinkan diriku sendiri, bahwa tak akan terjadi apa-apa dengan bayiku. 


Segera aku ditangani. Tak boleh bergerak sama sekali, posisi harus lurus terlentang. Jangankan duduk, merubah posisi miring pun tidak boleh. Memang benar, setiap aku melakukan pergerakan, aku rasakan darah merembes keluar. Aku pasrah. 


Pukul satu dini hari, perawat memberi tahu bahwa aku akan kehabisan darah jika tak segera ditransfusi. Malam itu juga suamiku pergi ke PMI untuk mencari bantuan 3 kantong darah golongan darah A,tidak boleh kurang. 


Pukul tiga dini hari dia kembali dengan tiga kantong darah yang harus dia apit di ketiak sampai waktu operasi besok. 

"Hah... Operasi?" Aku shock. Tak terima kalau persalinan ku dengan jalan operasi. 

"Besok dokternya ada, Bu. Ibu bisa tanyakan kemungkinan untuk tidak operasi. Tapi kami perlu jaga-jaga kalau darah, tentu kami harus ada karena ibu sudah keluar darah banyak sekali." 

Entah apa lagi yang disampaikan perawat itu. Kepalaku pening, aku lemas dan mulai menitikkan air mata sambil mengusap-usap janinku. Aku takut. Aku begitu takut janin ini tidak selamat. Dia tak selincah sebelumnya yang selalu bergerak-gerak. 

Bersambung... ke Perjuangan Azalea part 2😊

Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email