header Diary Jingga

Perjuangan Azalea 5

Posting Komentar

 



Ruangan ini begitu beku. Aku dikelilingi dokter. Tapi aku merasa sendiri. Hampa, lemah dan pasrah. Bibirku mengatup rapat tapi hariku ramai dalam doa. Aku baca apa pun yang bisa ku baca dalam hati. 

Duhh, begitu syahdu penantian ini. Menunggu untuk sebuah tangisan bayi yang kami tunggu setelah hampir dua tahun pernikahan kami. Aku memasang telingaku kuat-kuat walau mata didera kantuk yang berat. 

Bagian tubuhku yang lain sedang terluka bahkan menganga. Tapi aku tak merasakan apa pun. Aku dibius tapi tidak secara total. Kesadaranku hadir tapi tidak tidak sepenuhnya. Entah bagaimana keadaan bayiku. Sejurus aku mendengar suara tangis bayi serasa mimpi. Aku memejamkan mata. Buliran bening menganak di sudut mataku. 

Dimana anakku? Aku mulai gelisah. Suara bayi tadi mungkin suara dari ruang sebelah. Tempat persalinan yang lain. Kenapa anakku belum berhasil juga keluar dari perutku. Aku begitu gelisah. 

"Dok, mana anakku"
"Oh ibu sadar? Dikira saya tadi tidur. Anak ibu sudah dibawa ke ayahnya"
"Bayi yang kudengar tangisannya tadi, apakah itu bayiku dok? Bukan bayi dari ruang sebelah?" Kataku bingung

"Tak ada ruang lain Bu. Ini khusus ruang operasi. Suara tangis tadi suara bayi ibu yang sangat cantik" 

"Baik ibu tenang ya, kami akan menyelesaikan tahap terakhir operasinya" 

Aku hanya mengangguk pasrah. Kapan aku bertemu dengan bayiku. Aku diselimuti kerinduan dan keputusasaan. 
Operasi selesai dan aku sudah diantar ke kamarku lagi. Tanpa bayi. Betapa nelangsanya hatiku. 

"Sus, kapan aku bisa ketemu anakku?"
"Setelah lukanya kering Bu. Jika ibu ingin segera bertemu. Ibu harus mengikuti arahan kami biar cepat.

Aku sangat merindukan bayiku. Rasa sakit yang menjalar di sekitar perut bekas operasi, menjadi tidak seberapa dibanding beban rindu akan bayiku. 

Setelah tiga hari berjuang melawan sakit, akhirnya aku memeluknya. Aku menyusuinya. Azqia Azalea Hidayat, seorang putri cantik, cerdas dan suci yang kuat seperti bunga Azalea. 

SelesaišŸ˜Š


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email