header Diary Jingga

Rasa, Karma dan penantian

Posting Komentar


Aku mengikuti sosok itu. Walau dari belakang aku sangat mengenalinya. Berambut panjang sepinggang, lurus, legam. Dulu setiap bertemu aku bisa membelainya saat kami bersama bercengkrama. ⁣

Sepuluh tahun aku menjaganya agar suatu saat bisa bersanding. Mungkin hari ini Tuhan mengirimnya padaku di balik kerumunan lalu lalang manusia di mall besar kota Jakarta. Setelah hampir dua tahun menghilang. Aku tak akan melepasnya lagi, untuk kali ini. ⁣

"Rasti..." ⁣

Tak percaya aku memanggil nama itu lagi. Dia membalikkan badan. Benar saja dia gadis yang selama sepuluh tahun ke belakang selalu ada di sampingku. Dua tahun tak bertemu tak ada yang berubah. Dia masih secantik dulu. Binar tak percaya ada di pelupuk matanya. Namun bulir kaca menghalanginya. ⁣

"Bunda, sudah selesai? Dede lapar nih kayaknya"

Seorang lelaki yang sedang menggendong bayi menghalangi kami. Dia berlalu, sesekali kembali memalingkan wajah ke arahku. Aku terpaku. ⁣

"Mas, ayo pulang" sapa istriku. Entah sejak kapan dia sudah selesai belanja. ⁣


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email