header Diary Jingga

Diary Menuju Blogger Profesional

4 komentar

Menuju blogger profesional

Tahun ini ada yang luar biasa dalam catatan diaryku. Perjalanan hobi menulis telah mengantarkanku pada dunia baru yaitu menjadi Blogger. Dunia digital kepenulisan, dimana diary berganti menjadi jejak digital yang tidak hanya dibaca oleh diri pribadi tapi secara Nasional bahkan Internasional.  Perjalanan panjang dari iseng menjadi hobi lalu berharap semoga setiap apa yang ku torehkan membuat sejarah hidupku berarti. Bukankah proses menulis adalah menjaga eksistensi diri? 

Hari ini diperingati sebagai hari blogger nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2020. Membaca sejarah lahirnya hari blogger, membuatku tersentil ingin menceritakan sejarah sendiri di dunia kepenulisan. Tapi, tahan. Kita akan cerita dulu mengenai sejarah hari blogger Nasional sebelum sejarah mencatatku sebagai blogger di antara ribuan blogger Indonesia. Aku pun blogger walau masih berstatus calon blogger profesional. 

Sejarah Hari Blogger Nasional 

Menurut Kompas.com "Hari Blogger Nasional pertama kali dicanangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007 pada pembukaan Pesta Blogger tahun itu." 

Selanjutnya banyak penulis mulai melirik blog sebagai media untuk menyampaikan ide lebih leluasa. Bagiku pribadi sih menulis di blog itu lebih nyaman dan lebih bisa leluasa untuk menulis dibanding media sosial lain. Membagikan tulisan pun jauh lebih mudah. 

Sejalan dengan perkembangannya kini, blog atau singkatan dari web log kini dimanfaatkan bukan hanya untuk menulis tapi juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Nah, itu aku baru tahu-tahu sekarang-sekarang loh itu. Tapi eitss, jangan letakan itu menjadi the big why nya menulis di blog karena jika ekspektasi gak sesuai kenyataan yaa kecewa. 

Lalu seberapa banyak komunitas blog di Indonesia? 

Jawabannya tentu banyak dong ya. Dari sabang sampai merauke hehehe. Uniknya gini, komunitas blog mengeratkan hubungan jarak jauh antar kota , antar provinsi bahkan antar negara. lalu apa sih manfaat komunitas blog? 

1. Menambah Teman

2. Bertambah ilmu

3. Lebih dikenal

4. Mudah mencari ide menulis

5. Saling memotivasi

Baik, itu tadi cerita tentang sejarah hari blogger nasional. Nah sekarang ada yang pengen tahu ga sejarahku? 

Vie Menulis dari Buku Diary Menuju Blogger

Jika dulu, menulisku melalui media kertas dan pena. Musim berganti ketukan mesin ketik menemani hari-hariku selanjutnya. Entah kenapa iramanya membuat sinafsis sarafku seakan tak bertepi dalam imajinasi. Maka wangi kertas dengan deretan huruf yang tercetak menjadi aroma karya yang begitu ku rindu kini. Teknologi terus berjalan dinamis, media menulis telah berganti wajah. Menyalin diri menjadi kode-kode digital yang rekamannya sangat jelas. 

Berawal dari tinta-tinta dan harumnya kertas diary berbau bunga. Mulailah kecintaanku akan menulis. Jika sekilas melihat isi tulisanku. Maka sobatVie pasti menemukanku dalam diary jingga. Aku belum berbagai ya tentang kenapa lamanku menjadi diary jingga, itu ada kaitannya dengan tujuan akhirku untuk menjadi blogger profesioanal yang go internasional hahahaha. 

Beberapa waktu lalu mungkin sobat  Vie lihat penampilan blogku ini flat banget. Isinya  hanya krik-krik suara jangkrik. Tapi sedikit demi sedikit munculah warna-warni ceritaku. Yuk, kepoin petualanganku di dunia blog. 

Berkenalan Dengan Blog Sebelum Jadi Blogger

Saat itu aku lagi ada di kelas Teh Ivieth Muthia salah satu coach kelas menulis yang diadakan oleh Dinas kearsipan dan perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Kurang lebih sebulan pas saat pandemi covid-19 menyerang negara api hahaha. Jadinya kita, KMP angakatan corona yang pelatihannya virtual class. Di sela-sela pelatihan ada info challange tentang menulis 30 hari tanpa putus selama bulan ramadan. Dari situlah mulai mengenal blog. 

Asli cupu banget, hanya buka blog sesuai arahan klik blogspot.com maka aku coba daftar. Excited banget dong punya halaman luas sendiri yang bebas mau diisi apa saja. Namun, kemudian aku bingung siapa yang mau baca tulisanku jika orang saja ga tahu kalau aku tuh ada dan tulisanku lahir di blog. Dari blog kisah Yusuf kecil hadir. Kemudian aku mulai mengenal istilah blog walking atau kegiatan saling mengunjungi antar teman sesama blog. 

Ramadhan Write Challange selesai, maka selesai pula lah sejarah blogku. Ditinggal tanpa pamit itu kan menyakitkan ya hahaha. Mungkin itu yang dirasakan oleh blogku berbulan-bulan setelah lebaran tak ditengok. Jangankan dikirim kue, datang untuk menyapu halaman pun aku nggak. jadilah blogku disinggahi oleh laba-laba dan bunyi jangkrik. Sepi, lebih-lebih kuburan angker. 

Kepincut Jadi Blogger

Untuk bahasan ini aku sudah banyak cerita, apa alasan terbesar aku memilih dan menekuni blog dibanding media sosial lain. Ringkasnya sih begini 

1. Menulis di blog lebih leluasa

2. Lebih bebas berekspresi dan kemungkin dibaca orang lebih besar  

3. Mudah mengakses bagi siswaku sebagai media belajar daring. 

Menjadi Blogger Sebagai Pilihan 

Bagaimana aku kembali ke blogku dan menemukan kunci kebahagian di sana? ODOP lagi yang jadi alasan kenapa aku kembali. Komunitas One Day One Post adalah senjata yang bisa menodong produktiitasku untuk berkarya. Ampuh, sebab hukuman bagi si malas adalah hengkang. Lalu aku bagaimana? Aku paling tidak ingin mengabaikan peluang. Sekali pilih jalan, maka pantang untuk mundur. Setelahnya aku kemudian terseret ke jalan yang benar untuk menulis.

Menekuni Ilmu Bloging Sebelum Jadi Blogger  

Pada kegiatan open recruitment ODOP yang berlangsung selama 60 hari menulis tanpa putus, aku mengikuti squadron blog. Di mana anggota group adalah orang-orang yang sudah mempunyai halaman yang indah. Isi tulisan yang keren-keren. Dengan berbekal rasa haus akan ilmu baru mengenai blog, aku mulai menghias lagi rumahku dengan tulisan dan membuka lagi kuncinya. Beruntung bertemu Mbak Mariningtiyas, aku jadi tidak hilang arah. 

Setelah ini, aku akan cerita tentang filosopi dari niche yang dipakai. Tapi tidak sekarang yaa... Aku mulai ngantuk nih. Terimakasih Sobat Vie sudah sudi membaca celotehku malam ini. Membaca tentang diary perjalananku menuju blogger profesional. Semoga bermanfaat. 


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

4 komentar

  1. semoga kita lulus dari kedua itu dan menjadi blogger yang lebih pro hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Kembaran semangat selalu...

      Hapus
  2. Bagus nih tulisannya ka, awalnya aku juga pengguna diary buku dan pena, makin kesini ngerasa males nulis manual gtu hehe. Untung ada blog ya. Jdi kenal teknologi juga.

    Btw di paragraf atas typo bukan ka, ada kata 'nasinal' itu maksudnya nasional ya, he
    Kaka murid teh iviet juga ya?
    Aku KMP 2 nih, tapi makin kesini aku gak aktf hehe gtau knpa nih wk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kakak... makasih banyak, iya typo kak

      Hapus

Posting Komentar