header Diary Jingga

ZONA NYAMANKU

Posting Komentar

Aku sampai lupa waktu. Kapan Minggu entah itu Senin. Setiap waktu menapak harapan, hanya ridho Allah sebagai penguat lelah. Banyak cerita yang melaluinya. Ada suka, ada juga duka. 


Ketika si Bundar menunjuk angka enam, hati sudah mulai gelisah jika makanan tak siap di meja dan lantai masih lengket terasa. Sedang, aku harus segera bergegas demi ratusan pasang mata, demi sebuah gempita cita-cita. 

Gambar : Pixabay



Ku percepat ritual membersihkan diri. Anak, suami harus tetap terjaga kesehatannya. Memastikan terpasang benar seragamnya. Mengecek terisi perutnya. Lalu sama-sama melangkah menuju masa depan. 


Lalu apa kabar rumahku. Ditinggal dalam kondisi yang tidak selalu rapi. Dipaksa mengerti kelelahanku. Disapa kala sudah siap bercengkrama dengannya.


Demi bisa tetap bahagia. Aku tak pernah mau pusing akan standar hidup orang lain. Bagiku, kebahagiaanku dan keluarga lebih penting dari sekedar memikirkan apa pendapat orang lain. 


Rumahku adalah tempat ternyaman untuk menjadi diriku sendiri. 


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email