header Diary Jingga

Kecerdasan Emosi dalam Menghadapi New Normal

Posting Komentar

New normal atau disebut juga tatanan baru adalah suatu tatanan kehidupan baru saat pandemi covid-19 ini belum berlalu. Kita dipaksa menyesuaikan diri dan mencoba hidup berdampingan dengan virus tersebut dengan tetap menjaga diri semaksimal mungkin dan mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah.

Memakai masker, membawa hand sanitizer kemana pun dan rajin cuci tangan merupakan beberapa upaya yang akan menjadi kebiasaan di era new normal ini. Ada hal yang tak kalah penting yaitu sosial distancing dan phisical distancing dalam era baru kehidupan yang harus tetap berjalan. 

Era new normal ini di gadang-gadang untuk menyelamatkan tatanan ekonomi negara dari kehancuran. Tak bisa dipungkiri peranan pribadi menjadi awal dari pembiasaan ini. Setiap individu mempunyai kemampuan untuk mengatur dirinya dalam bertindak. Tindakannya akan dipengaruhi oleh beberapa kecerdasan yang ada dalam dirinya. Ada dua kecerdasan dasar dalam diri manusia yaitu : kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi. 

Seperti kita tahu bahwa dalam menghadapi pandemi ini, kita dituntut untuk tetap sehat, baik jiwa dan raga. Kesehatan jiwa erat kaitannya dengan kecerdasan emosi. Kecerdasan ini sangat penting dimiliki. Saat informasi tentang wabah ini sangat masif kita bisa menggunakan kecerdasan untuk memilah dan memilih berita mana yang harus dicerna dengan baik dan berita mana yang hanya menjadi sampah pikiran kita. 
Banyak orang yang menjadi korban pemberitaan yang tidak benar. Kabar new normal disalahartikan dengan berlalunya pandemi ini. Banyak orang yang tak mampu menggunakan kecerdasan emosinya dengan melakukan hal-hal yang malah membuat wabah ini semakin tersebar. 
Beberapa kasus kejadian pengambilan jenazah paksa dari rumah sakit oleh keluarga menjadi indikasi masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu menghadapi pandemi di era new normal ini. Akibatnya tentu fatal, akan tercipta kluster baru penyebaran corona. Sungguh untuk menghadapi wabah ini kita harus kerjasama. Tak cukup tahu atau hanya sok tahu. Kita harus kerahkan seluruh kecerdasan yang Allah karuniakan untuk kita dalam bertindak, termasuk kecerdasan emosinal yang sangat mempengaruhi tindak tanduk kita, jangan sampai merugikan diri sendiri apalagi sampai merugikan orang lain.

Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email