header Diary Jingga

Rindu Pada Sang Perindu Surga

Posting Komentar
Foto : pixabay
.⁣
Oleh Vie⁣
.⁣
Aku membuka mata saat adzan isya berkumandang. Gelap, masih sama seperti seperti kemarin. Suara adzan pun bukan suara Yusufku. Aku rindu Yusuf yang sering memelukku lalu mendorongku dengan riang mengitari orang-orang sebelum tarawih berlangsung. ⁣
.⁣
Dimana Yusuf dan kakek, ruangan ini sepi ditinggal mereka. Aku kesepian.⁣
Biasanya setiap magrib aku akan dipeluknya. Digerakan maju mundur karena bentukku beroda empat. Kakek yang menciptakanku dari kayu lalu rupaku mirip bis kecil tayo. Yusuf yang memesannya. ⁣
.⁣
"Kek, buatlah kotak amal seperti bis tayo yang tadi aku tonton di rumah pak haji" katanya suatu sore di depan tumpukkan rupaku berupa kayu yang belum dicipta kakek. Lalu kakek menciptaku sedemikian rupa sehingga mirip. Hanya bedanya aku punya lubang uang di punggung. ⁣
. ⁣
Aku akan dengan senang hati berkeliling masjid bersama Yusufku. Satu dua koin masuk perutku. Suara gemerincingnya buatku riang. Atau kadang kertas berlipat yang masuk. Baunya khas dari tangan-tangan perindu surga. Unik karena lembaran merah seratus ribu ia lipat lalu dibungkus dengan selembar duaribu rupiah. Sang perindu surga sangat hati-hati dalam beramal, mungkin takut terkikis ria. ⁣
. ⁣
Hanya orang-orang yang merindukan surga yang rajin mengisi perutku. Karena mereka percaya kelak apa yang mereka berikan padaku akan menjadi bekal selama perjalanan menuju surga. Aku tak akan tinggal diam. Aku akan bersaksi di hadapan Allah SWT dan menyebut siapa saja yang mengunjungi dan mengisi perutku. ⁣
.⁣
#RWCODOP2020⁣
#OneDayOnePost⁣
#RWCDay14⁣
#Ramadhan2020⁣
#KMP3⁣
#kmpdiarpussmi
Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email