header Diary Jingga

Kolak Dalam Kotak

26 komentar
Foto : Komunitas ODOP
.⁣
Oleh Vie⁣
.⁣
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. Menurut keterangan HR. Tirmidzi nomor 80, Ibnu Majah nomor 1764, dan Ahmad 5:192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih" ⁣
Suara seorang ustadz menyampaikan keutamaan memberi makan orang yang berpuasa di masjid. Hati Nek Ijah tergerak. Dia ingin sekali berbagi. Tapi dia bukanlah orang yang mampu. ⁣
.⁣
Langkahnya ia seret ke dapur yang beralas tanah. Dekat perapian di dalam wadah Kumal, dia masih menyimpan beberapa batok gula aren. Ia lalu melanjutkan langkahnya ke pekarangan belakang. Tampak tanaman ubi jalar daunnya sudah memenuhi kebuh mininya tersebut. ⁣
"Bismillah" bisiknya berharap ada satu dua buah ubi yang bisa dipanen. ⁣
"Alhamdulillah" rona wajah Nek Ijah berseri. Ubi merah terkumpul sepuluh buah, lalu dibawanya ke dapur. ⁣
. ⁣
Janda tua yang hidup sebatang kara itu, masih sempat memikirkan berbagi. Padahal untuk dia berbuka saja, dia rutin mendapat takjil dari masjid. Dia pikir, sesekali dia ingin juga mendapat pahala seperti orang-orang kaya di kampungnya berbagi. ⁣
.⁣
Dia siapkan panci di perapian. Ubi yang telah dicuci bersih ia potong kotak-kotak kecil. Tak ada santan dan tambahan lain, hanya air gula dan ubi yang direbus. Jadilah kolak sederhana. Ia bungkus dalam plastik-plastik kecil. Jadi dua puluh bungkus. ⁣
. ⁣
"Assalamualaikum, Nek Ijah" seru seseorang di luar⁣
"Waalaikumsalam warohmatullah wabarokatuh. Siapa? Tanyanya tergopoh-gopoh ⁣
"Aku Minah, Nek." Minah, dia istri Pak Diman marbut masjid.⁣
"Ehh, iya. Ada apa Ceu Minah" ⁣
"Nek, kata kang Diman nanti buka di masjid ya. Sekalian ada pembagian sembako dan uang zakat dari masyarakat. Nenek salah satu penerimanya" ⁣
"Ohh iya, tunggu sebentar" ⁣
Nek Ijah ke dapur lalu segera kembali. ⁣
"Ceu Minah, nenek ingin berbagi takjil buat di masjid. Terima yah" ⁣
"Oh iya Nek, duh padahal kenapa repot-repot Nek. Nenek kan juga membutuhkan"⁣
"Siapa yang mau makan, aku cuma tinggal sendiri. Lagian aku juga ingin dapat pahala yang tadi pa ustadz jelaskan di pengajian." ⁣
"Baiklah, Nek. Semoga pahalanya mengalir buat Nenek ya" Minah menerimanya lalu pamit. Sesampainya di masjid, Minah dan Pak Diman mengatur makanan takjil yang dikirim warga ke dalam kotak-kotak kardus makanan. ⁣
"Sudah kang, isinya ada empat hari ini. Pastel dari Bu RT, kurma dari Juragan Kadir, Kolak dari Nek Ijah sama es buah dari Raden Atma. Tinggal tambah air cup" ⁣
"Nek Ijah menyumbang?" ⁣
Tampak pak Diman kaget. ⁣
"Iya kang, katanya pengen juga dapat pahala" ⁣
"Masyaallah, semoga sama Allah dilipatgandakan pahalanya" ⁣
"Amin..." Jawab Minah. ⁣
. ⁣
Sebelum adzan Maghrib, Nek Ijah sudah di masjid. Bersandar pada dinding melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Minah sudah membagikan semua kotak takjil. Ada 20 orang yang hadir terdiri dari anak-anak yatim, janda tua dan beberapa anak yang terbiasa di masjid bersholawat sebelum waktu berbuka. Mereka terbiasa buka di masjid menemani pak Diman. ⁣
. ⁣
Nek Ijah bangga, dalam kotak ada kolak miliknya. Dia berharap kolak buatannya menjadi santapan takjil bagi mereka yang hadir di masjid. Tak berapa lama adzan Maghrib berkumandang. Dari semua yang hadir, rata-rata anak-anak. Dengan antusias membuka kotak takjil. ⁣
.⁣
Nek Ijah menyapu ruangan masjid memperhatikan satu persatu  orang-orang di sana. Tangan-tangan itu dengan cekatan membuka kotak takjil. Ada yang langsung melahap pastel, ada yang es buah, ada juga yang mengikuti sunah Nabi yaitu kurma. Kolak Nek Ijah dicampakkan. ⁣
. ⁣
"Mungkin nanti" hiburnya ⁣
Satu persatu orang-orang meninggalkan masjid setelah mendapat paket sembako dan uang zakat. Nek Ijah bangkit dari duduknya. Dia tatap satu persatu kotak takjil yang masih terbuka yang ditinggalkan si empunya. Kotak itu tersebar di masjid. Kolaknya masih utuh di dalam kotak. Tak tersentuh. Dibiarkan sendirian, kesepian. Seperti sang pembuatnya yang pergi dalam kesendirian kembali pada kesepiannya di gubuk tua dengan membawa hati yang kecewa. ⁣
.⁣
#RWCODOP2020⁣
#OneDayOnePost⁣
#RWCDay16⁣
#Ramadhan2020⁣


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

26 komentar

  1. ya Allah karunya nek ijah :(

    BalasHapus
  2. Makasih dah mampir ka

    BalasHapus
  3. Mulianya hati Mak Ijah, dalam kesederhanaannya pun masih dapat berbagi

    BalasHapus
  4. Nama:muhammad mahsan adhi mukti
    Kelas:7 al-barokah madani

    Sinopis: mak ijah adalah nenek yang tinggal sebatang kara,ia mendengarkan nasihat yang diberikan oleh pa ustadz di pengajian dia ingin memberikan kolak sebagai takjil yang diberikannya tapi saat bebuka tidak ada yang memakannya

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Nama:abdul mulki
    Kelas:7 albarokah madani
    Sinopsi :mak ijah adalah nenek nenek yang begitu baik,dia hidup sebatang kara,dia mendengar ustad yang ceremah tentang keutamaan memberi makan kepada orang berpuasa,mendengar hal itu nenek ijah membuat kolak dalam kotak,dan nenek izah memberi kolaknyah kepada orang yang berbuka di mesjid

    BalasHapus
  7. Nama:Muhammad Albi D.

    Sinopsi:mak ijah adalah nnk yg tinggal sebatang kara. Dia mempunyai niat yg baik yaitu bersedekah kpd yg brpuasa meskipun untuk dia makan saja suasah. Dan dia memberikan kolek sebagai takjil yg akan d begi kn d masjid. Dn saat brbuka tdk ada yg memakannya

    BalasHapus
  8. Nama:Fairuz Omar Azizan
    Kelas:SMPIT Al-Barokah Madani


    Sinopsis:Nek Ijah adalah janda tua yang hidup sebatang kara.Dia ingin ikut berbagi memberi makan orang yang berpuasa di masjid meskipun dia juga kekurangan.
    Kemudian Nek Ijah pergi ke pekarangan belakang untuk mengambil beberapa ubi merah dan membuat kilat dengan simpanan beberapa batok gula merahnya.Lalu Nek Ijah membungkus kolak ubi merah dengan plastik dan menitipkannya kepada Ceu Minah istri dari pak Diman marbot di masjid.Akan tetapi kolak ubi merah Nek Ijah di dalam kotak tidak ada yang memakannya ketika waktu berbuka puasa di masjid,hal ini membuat Nek Ijah merasa sedih dan kecewa.Pesan tulisan ini bahwa kita harus lebih mempunyai rasa kepedulian untuk berbagi dengan yang membutuhkan dan kita tak perlu harus menunggu kaya dulu baru berbagi.

    BalasHapus
  9. Nama:moch alvin raja pangestu
    Kelas:7

    Sinopis:nek ijah adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara ia tidak Memiliki keluarga namun, hati beliau sangat lah mulia pada suatu ketika, ketika nek ijah mendegarkan ceramah pak ustad di pengajian tentang pahala nya orang yang berbagi sehingga tergerak hati nek ijah untuk membuat kolek yang akan di bagikan. walaupun... Bahan bahan nya terbatas, setelah kolek telah jadi nek ijah memberikan kolek ke pada masjid untuk di bagikan, hingga Tiba saat nya azan namun... Setelah buka bersama nek ijah melihat kalau kolek buatan nek ijah masih utuh

    BalasHapus
  10. Difa kelas 7 smpit albama
    Sinopsis:
    Nek ijah adalah sesosok nenek yang kehidupannya sederhana Dia ingin mendapatkan pahala puasa dengan cara memberi makan orang yang berpuasa kemudian dia melangkah ke dapur untuk membuat makan yang bernama kolak lalu dia membungkusnya menjadi dua puluh bungkus di berikan lah kolk itu pada ceu minah untuk di bagi kan.
    Pesan tulisan ini adalah bahwa kita harus berbagi dengan ikhlas dan sabar jika kita di abaikan,dicampakan,dibiarkan sedirian dalam kesepian

    BalasHapus
  11. Majid abdul latif kelas 7smpit albarokah madani

    Sinopis:nek ijah adalah nenek yang sebatangkara iya ingin mendapatkan pahalabseperti orang lain dia ingin memberi takjil untuk berbuka puasa dan akhirnya nek ijah membuat kolak sederhana untuk orang berbuka puasa tapi kolak nek ijah tidak ada yang memaknnya

    Nek ijah ingin mendapatkan pahala seperti orang lain

    Kemudian nek ijah membuat kolak

    Lalu nek ijah membersihkan ruang masjid nek ijah melih kotak kotak yang berisi makanan buat berbuka puasa tapi nek ijah sedih soalnya kolak nya tidak ada yang memakan satu oarang pun

    Bahwa nek ijah ingin mendapatkan pahal

    BalasHapus
  12. Nama:Hydril Muhammad yusuf

    Sekolah:SMPIT AL-BAROKAH MADANI
    Kelas :7

    Sinopsis:

    Sinopsis:
    Nek ijah adalah seorang nenek tua yang hidup sendiri dan kurang mampu ,tetapi ia ingin membuat takjil untuk buka puasa dengan bahan sederhana yang ada dirumahnya yaitu gula aren dan ubi jalar kemudian dia membuat kolak yang sederhana karna ia juga ingin mendapatkan pahala. Seperti orang -orang kaya di kampung nya lalu ia kolak itu di titipkan pada istri marbot masjid yaitu bu minah , kebetulan bu minah datang kerumah nenek ijah untuk memberi tahu ada pembagian sembako di mesjid ,menjelang magrib nenek ijah kemasjid , nenek ijah senang sekali melihat kotak takjil ada kolak nya disatukan dengan takjil lain nya seperti kurma,paste,dll tiba waktu azan magrib semua orang yang ada di masjid berbuka puasa ada yang makan pastel dan ada juga yang makan kurma sesuai sunah tapi setelah selesai semua ternyata kolak mak ijah tak tersentuh sendiri seperti sang pembuatnya ,pergi pulang sendiri sepi dengan kekecewaannya

    BalasHapus
  13. Nama:Azzahra mujahidah


    Sinopsi:mak ijah adalah seorang nenek yang hidup nya sebatang kara dan iya juga begitu baik.mak ijah itu mempunyai niat yang baik,bersedekah kepada yang puasa menkipun mak ijah itu susah untuk mencari makan .Dan mak ijah memberi kolek untuk tajil buka puasa yang akan di bagikan ke masjid.

    BalasHapus
  14. Nama:Ahmad Asad


    Sinopsi:mak ijah adalah nenek yang tinggal sebatang kara. Dia mempunyai niat yg baik yaitu bersedekah kepada yang berpuasa meskipun untuk dia makan saja suasah. Dan dia memberikan kolek sebagai takjil yang akan di berikan ke masjid. Dan saat berbuka tdk ada yg memakannya.

    BalasHapus
  15. Nama:Azzahra mujahidah


    Sinopsi:mak ijah adalah seorang nenek yang hidup nya sebatang kara dan iya juga begitu baik.mak ijah itu mempunyai niat yang baik,bersedekah kepada yang puasa menkipun mak ijah itu susah untuk mencari makan .Dan mak ijah memberi kolek untuk tajil buka puasa yang akan di bagikan ke masjid.

    BalasHapus
  16. Ratry Kelas 7 SMPIT ALBAMA

    Sinopsis : Nek Ijah adalah janda tua yang hidup sebatang kara, dia ingin sekali berbagi takjil dan dia ingin mendapatkan pahala seperti orang-orang kaya di kampungnya yang selalu berbagi takjil di masjid, kemudian Nek Ijah pergi ke dapurdan menyiapkan gula aren kemudian pergi ke pekarangan belakang untuk memanen ubi jalar, kemudian nenek Ijah mengolah ubi menjadi kolak sederhana dan dibungkus dalam plastik-plastik kecil
    Nek Ijah adalah : janda tua yang hidup sebatang kara.
    Dia ingin : dia ingin mendapatkan pahala dengan cara membagikan takjil di masjid.
    Kemudian kemudian nenek Ijah pergi ke dapur untuk menyiapkan bahan untuk membuat kolak ubi sederhana.
    Lalu memasak ubi menjadi kolak sederhana kemudian dibungkus dalam plastik-plastik kecil untuk dibawa ke masjid.
    Pesan tulisan ini adalah bahwa orang tidak mampu, tapi masih bisa mendapatkan pahala, dengan cara berbagi sesuatu yang dimilikinya walaupun hanya sederhana dan tidak terlalu banyak.

    BalasHapus
  17. SERUNI Kelas 7 SMPIT ALBAMA

    Sinopsis:

    Nek Ijah adalah seorang janda tua yang hidupnya sebatang kara dan serba kekurangan.Dia ingin sekali bisa berbagi walaupun bukanlah orang yang mampu.Kemudian dia menggerakkan langkahnya untuk mengambil gula aren dan ubi untuk dijadikan kolak.Lalu istri dari marbot masjd tersebut bertamu kerumah nek Ijah untuk menyampaikan kepada nek Ijah karena dia adalah salah satu dari penerima sembako dan uang zakat dari masyarakat,dan nek Ijah pun sekalian ingin meberikan takjil buatannya,setelah waktu untuk berbuka puasapun tiba alangkah kecewanya nek Ijah karena kolak yang dibuatnya tidak sama sekali ada yang memakannya.pesan dalam tulisan ini bahwa kta harus memiliki rasa berbagi walaupun dengan keadaan yang serba kekurangan,belum tentu jika keadaan kita serba cukup akan berbagi,maka belajarlah dari kehidupan nek Ijah.

    BalasHapus
  18. Nama :Nazriel Dias Ramadhan
    sekolah:smpit unggulan al barokah madani

    sunopis:
    nek ijah adalah nenek tua yang hidup sendiri dan kurang mampu tetapi ia ingin membuat takjil untuk buka puasa dengan bahan bahan sederhana yang ada di rumah ny yaitu gula aren dan ubi jalar kemudian dia membuat kolak yang sederana karna dia juga ingin mendapatkann pahalaSeperti orang -orang kaya di kampung nya lalu ia kolak itu di titipkan pada istri marbot masjid yaitu bu minah , kebetulan bu minah datang kerumah nenek ijah untuk memberi tahu ada pembagian sembako di mesjid ,menjelang magrib nenek ijah kemasjid , nenek ijah senang sekali melihat kotak takjil ada kolak nya disatukan dengan takjil lain nya seperti kurma,paste,dll tiba waktu azan magrib semua orang yang ada di masjid berbuka puasa ada yang makan pastel dan ada juga yang makan kurma sesuai sunah tapi setelah selesai semua ternyata kolak mak ijah tak tersentuh sendiri seperti sang pembuatnya ,pergi pulang sendiri sepi dengan kekecewaannya

    BalasHapus
  19. Nama:Nabila Adhwa Azzahra

    Sekolah SMPIT Albarokah Madani
    Kelas:7
    Sinopis:Nek ijah janda tua yang hidup sebatang kara.dia inigin berbagi takjil dan ingin mendapatkan pahala.
    Nek Ijah membuat takjil di plastik kecil.Tetapi saat takjil itu ada di dalam masjid tak ada satu orang pun yang memakanya.

    BalasHapus
  20. Nama:syifa
    Kls:7
    Sinopsisnek :
    Nek ijah adalah sosok nenek yang hidup nya sebatang kara,ia mendengar suara dari ustadz "siapa yang memberi makan orang yang berpuasa ,maka bagi nya pahala seperti orang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga" dan nek ijah tertarik ia ingin sekali mendapat kan pahala seperti orang lain ,kemudian nek ijah melangkah ke dapur lalu ia membuat kolak sederhana dengan bahan"gula,air,dan ubi merah" sesudah di olah nek ijah membungkus nya menjadi dua puluh bungkus,dan selesai nya membungkus kolak tersebut nek ijah memberikan nya ke ceu mainah untuk di bagikan.
    Tetapi setelah adzan berkumandang dan mereka pun Berbuka puasa nek ijah memperhatikan bahwa kolak nya nek ijah masih utuh.
    Pesan tulisan bahwa ini kita harus ikhlas dan sabar untuk melakukan hal apapun berbagi atau pun hal lain nya

    BalasHapus
  21. Nama:Muhammad aqil Ramadhan nugraha
    Sekolah smpit unggulan albarokah madani
    Kelas:7


    Sinopsis:nek ijah adalah seorang janda tua yg hidup sebatang kara,saat nek ijah mengikuti pengajian di mesjid ustadz menerangkan bahwa"Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga".dan disaat itu hati nek ijah pun tergerak dan ia sangat menginginkan untuk berbagi,tetapi nek ijah bukanlah orang yg mampu.Langkahnya ia seret ke dapur yang beralas tanah. Dekat perapian di dalam wadah Kumal, dia masih menyimpan beberapa batok gula aren. Ia lalu melanjutkan langkahnya ke pekarangan belakang. Tampak tanaman ubi jalar daunnya sudah memenuhi kebuh mininya tersebut. ⁣"Bismillah" bisiknya berharap ada satu dua buah ubi yang bisa dipanen.Dan nek ijah pun menyiapkan panci di perapian. Ubi yang telah dicuci bersih ia potong kotak-kotak kecil. Tak ada santan dan tambahan lain, hanya air gula dan ubi yang direbus. Jadilah kolak sederhana. Ia bungkus dalam plastik-plastik kecil. Jadi dua puluh bungkus.Sebelum adzan Maghrib, Nek Ijah sudah di masjid. Bersandar pada dinding melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Minah sudah membagikan semua kotak takjil. Ada 20 orang yang hadir terdiri dari anak-anak yatim, janda tua dan beberapa anak yang terbiasa di masjid bersholawat sebelum waktu berbuka. Mereka terbiasa buka di masjid menemani pak Diman.
    Pesan tulisan bahwa kita harus memiliki rasa ingin berbagi walaupun kita dalam keadaan ketidak punyaan dan berbagilah dengan ikhlas

    BalasHapus
  22. Nama:Muhammad Tajwid al hakim
    Kelas:7
    Sekolah smpit albarokah madani

    Sinopsis:nek ijah adalah seorang janda tua yg hidup sebatang kara,saat nek ijah mengikuti pengajian di mesjid ustadz menerangkan bahwa"Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga".dan disaat itu hati nek ijah pun tergerak dan ia sangat menginginkan untuk berbagi,tetapi nek ijah bukanlah orang yg mampu.Nenek ijah adalah nenek yang sangat di perhatikan kasiannya oleh masyarakat di kampung tersebut Dan Akhirnya Nenek Ijah Pun Berbagi Kolak Yang Ia Buat Ia Pun Berbagi Dengan Ikhlas

    BalasHapus
  23. Nama:Muhammad Zayyid al-Ghifari
    Kelas:7
    Sekolah:SMPIT UNGGULAN AL BAROKAH MADANI

    Sinopsis:
    Nek Ijah adalah janda tua yang hidupnya sebatang kara
    Nek Ijah ingin berbagi seperti yang dijelaskan dipengajian karena dia ingin mendapatkan pahala
    kemudian ia pun membuat kolak dengan potongan kecil kecil
    lalu ia pun sumbangkan ke masjid untuk santapan berbuka
    setelah ia lihat kolaknya tidak dimakan ia merasa kecewa.
    pesan cerita ini adalah berbagi sesama yang membutuhkan dan hargailah makanan atau kepunyaan orang lain

    BalasHapus
  24. Nama : Ramzy Raflyansyah Daud
    Kelas : 7
    Sekolah : SMPIT Unggulan Al-barokah Madani

    Sinopsis :
    - Nek Ijah adalah, seorang janda tua yang hidupnya sebatang kara. Nek Ijah ingin berbagi sesama, seperti yang dijelaskan dipengajian. Karena Ia ingin mendapatkan pahala sedekah.
    Kemudian, Ia pun membuat sebuah kolak. Namun, kolaknya tak ada santan dan tambahan lainnya. Melainkan hanya ada air gula dan ubi.

    Nek Ijah ingin berbagi dengan membuat takjil kolak. Lalu Ia sumbangkan ke masjid untuk jadi santapan berbuka puasa.
    Wakt7 berbuka pun tiba. Nek Ijah melihat para warga membuka takjil.
    Setelah usai berbuka semua keluar, dan Nek Ijah secara diam-diam membuka takjil yang masih tertata di lantai. Nek Ijah melihat, takjil kolak buatannya masih dalam keadaan utuh tanpa sentuhan.
    Akhirnya Nek Ijah merasa kecewa dengan hal ini.

    Kandungan pesannya adalah...
    •Hargailah selagi orang berusaha. Jika kita menghargai orang lain, maka orang lain juga akan menghargai kita kembali.
    Ikhlaskanlah jika kita ingin berbagi. Insyaallah Allah SWT. Juga akan membalas kebaikan kita.

    -sekian-

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email