header Diary Jingga

Covid-19 Rekayasa? Cek Hasil Penelitiannya

18 komentar

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Oleh : Noviyani 

Asal mula Corona virus berdasarkan data dari WHO, pertama kali terkonfirmasi yaitu di China pada tanggal 8 Desember 2019. Namun, walaupun data itu diperoleh WHO tidak bisa melakukan penelurusan lebih lanjut terhadap virus ini. WHO sendiri hanya berpatokan pada data yang diberikan oleh sejumlah negara.

Namun, dengan berkembangnya kasus dan juga lebih banyak ilmuwan yang meneliti teka-teki dari virus Covid-19 ini ternyata terungkap, bukan Desember tapi terungkap kasus pertama adalah pada 17 November 2019 pada salah satu pasien berusia 55 tahun yang identitasnya tidak diketahui. Data tersebut dilansir dari SCMP (South China Morning Post), kutipan itu berdasarkan pada data pemerintahan China.

Kemudian muncul teka-teki berikutnya yaitu mengenai bagaimana virus ini menular. Berita yang tersebar adalah virus ini berasal dari pasar hewan di Wuhan China. Kemudian muncul bebagai spekulasi cara penularan virus Corona ini yang diduga berasal dari kelelawar yang di konsumsi sebagian orang di sana.

Bukan itu saja, bahkan beredar rumor yang mengatakan bahwa virus ini adalah ciptaan manusia. Para elit global sengaja merencanakan ini semua agar mengurangi populasi manusia di seluruh dunia.
Namun, pernyataan itu terbantahkan oleh hasil penelitian dari sejumlah ilmuwan yang meneliti asal mula virus ini berasal.

Adalah seorang ilmuwan bernama Kristian Andersen, PhD yang merupakan profesor imonologi dan mikrobiologi di Scripps Research. Bersama dengan tim ilmuwan lain mengungkap bahwa kemunginan asal SARS-coV-2 mengikuti salah satu dari dua skenario yang kemungkinan bisa terjadi berdasarkan analisis sekuensing genomik yang mereka kerjakan. Itu pernyataan yang termuat dalam Science Daily pada Rabu (18/03),

Hal ini membuktikan bahwa virus yang menyebabkan penyakit covid-19 ini ternyata berasal dari epidemi alami.
Dua skenario yang mungkin adalah : pertama, keadaan patogen yang terjadi saat ini terjadi melalui seleksi alam dari inang hewan, kemudian berpindah pada manusia. Ini berdasarkan data bagaimana wabah virus Corona sebelumnya muncul melalui transmisi dari musang ke manusia (SARS) dan dari unta pada kasus MERS.

Melihat skenario ini, maka kemungkinannya virus ini ditularkan dari kelelawar. Hal ini memungkinkan karena virus Corona pada kelelawar sangat mirip dengan SARS-Cov-2 yang terjadi saat ini.
Melihat kasus yang jumlahnya bertambah secara signifikan setiap harinya, epidemi ini mungkin muncul dengan cepat satelah manusia terinfeksi karena ternyata virus ini berkembang dan terus berevolusi menjadi patogen lalu menyebar dengan cepat dari manusia ke manusia.

Sumber :
https://star.grid.id/read/452096582/studi-ini-menguak-asal-usul-virus-corona-bukan-dari-rekayasa-genetika?page=all

https://m-kumparan-com.cdn.ampproject.org/v/s/m.kumparan.com/amp/kumparannews/virus-corona-diduga-muncul-pertama-kali-pada-17-november-2019-di-hubei-1t11BcMNz73?usqp=


Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

18 komentar

  1. Tema sama, cuma belum masuk ke tantangan kmp3 . Covid-19 versi fiksi coming soon. Ini mah tugas kuliah hehe. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui

    BalasHapus
  2. Semoga badai ini cepat berlalu

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Jadi berasal dari epidemi alami

    BalasHapus
  5. Jawaban sudah terungkap 👍

    BalasHapus
  6. Jadi yang katanya itu senjata biologi amerika itu bohonggg..

    BalasHapus
  7. Jadi yang katanya itu senjata biologi amerika itu bohonggg..

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email