header Diary Jingga

Magnet Media Sosial

13 komentar


Branding medsos


Kita memasuki era digital di mana informasi bisa dengan mudah diakses, media sosial salah satunya. seolah menjadi magnet digital yang paling banyak digunakan beberapa tahun ini. Perkembangannya sangat pesat. Bahkan dari desa Sampai metropolitan sudah terakses oleh jaringan media sosial. 

Lalu apa kita mau diam saja melihat perkembangan dunia terkini. Mau terus saja gitu dalam kubangan kecupuan bagai katak dalam tempurung. Di saat orang lain sudah meraup berbagai keuntungan melalui media sosial, kita masih saja berada di zaman batu hehehe. Tapi aku percaya deh,  sobat Vie adalah orang-orang yang mau bergerak dan bertumbuh sebagai pembelajar dan tingkat kekepoannya tinggi. 

Yuk kepoin seberapa penting media sosial dan apa saja manfaatnya. Dapatkah kita membranding diri kita melalui media sosial. Lalu ada ga sih faedahnya, atau jangan-jangan kita masuk media sosial menjadi unfaedah. Sebelum menganggap media sosial unfaedah kenali dulu lebih dalam, baru menyimpulkan.  

Kebetulan nih, aku baru-baru kemarin masih hangat dapat materi tentang bagaimana membranding diri di media soasil dan cara berinteraksinya. Salah satu materi dalam acara marathon coaching growthing adalah bagaimana cara membranding diri melalui media sosial. Materi yang disampaikan oleh coach Ilham Sadli, beliau seorang selebtwit. Aku sendiri baru banget nih belajar twiter. tapi tunggu kita kupas dulu ya satu-satu.  

Manfaat Media Sosial

Menurut coach Ilham ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dalam bermedsos. jadi jangan underestimate dulu sebelum kita bisa mengambil hal positif dari suatu hal. Berikut aku jelaskan manfaat dari media sosial

1. Menjaga Silaturrahmi

Tidak diragukan lagi peran media sosial menjadi media untuk memperpanjang tali silaturrahmi. Sebut saja facebook, dengan ikonnya menghubungkan antar manusia. Kenyataannya memang seperti itu. Aku saja mengambil manfaat dari facebook sekitar tiga tahun yang lalu. Lima belas tahun tidak bertemu teman-teman SMA, bayangkan betapa sulitnya mencari kabar teman-teman dan keberadaannya jika kita hanya mengandalkan data di tata usaha sekolah. Sedang kini, semua mudah. Tinggal klik nama teman-teman kita maka muncullah pencarian tersebut kita tinggal pilih mana foto teman kita dengan nama yang sama. Dengan bantuan facebook lalu dilanjutkan group whatsapp maka reuni pun berjalan lancar.

2. Memperbanyak Koneksi

Dari silaturrahmi tentunya berlanjut koneksi. Semacam jaring laba-laba, dengan media sosial kita akan dihubungkan tidak hanya dengan teman tapi orang-orang yang berteman dengan salah satu teman yang kita follow. Sebagai contoh kita mempunyai seratus pertemanan, lalu dari seratus teman kita itu mepunyai teman seratus orang masing-masing. Maka kita akan terkoneksi dengan sepuluh ribu orang. Belum lagi jika kita menyetel pengaturan publik, di mana siapa saja yang bisa mengakses akun kita maka asal kita bisa mengelola akun dengan baik. Kita bisa manfaatkan media sosial untuk hal lain yang lebih menguntungkan bahkan mengdatangkan pundi-pundi ruapih

3. Branding

Branding atau istilah sederhananya, mau dikenal sebagai apa siapa sih kita di media sosial. Bahkan dalam dunia maya seperti ini kita bisa menjadi orang lain dengan image yang kita bangun. Misal nih ya, kamu tuh orangnya pendiam sekaligus pemalu. Tapi kamu mencoba menampilkan sesuatu yang beda di media sosial jadi orang yang humoris dengan celoteh di twitter atau jadi orang yang narsis abis di intagram yang sedikit-sedikit foto. 

Jika aku menyebut nama Maritingtiyas, lalu dalam otak kamu terlintas satu kata blogger. Maka mbak Marita sudah berhasil membranding dirinya. Nah selanjutnya kita mau dikenal orang sebagai apa? penulis, blogger, selebgram. Lalu kita pun mau menampilkan karakter yang bagaimana di media sosial? mellow,ceriwis, santun atau ilmiah misalnya. Aku sendiri karena aku guru maka aku membranding diri sebagai guru tapi bukan guru biasa, aku guru pembelajar dan aku membranding diri juga sebagai guru penulis. Karena kedua hal itu yang aku ingin munculkan maka aku harus menyesuaikan semua medsosku dengan branding yang ku usung. 


4.Media promosi blog 

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa dari media sosial kita bisa menghasilkan banyak keuntungan, salah satunya materi. Hal yang paling terlihat adalah bisnis. Setahuku ya hampir di seluruh media sosial yang ku pasang, ada saja teman yang menawarkan barang jualannya. Bahkan sekarang media sosial dilengkapi dengan fasilitas akun bisnis. Ada juga yang melakukan siaran langsung dengan menawarkan bakulanya secara daring. Lebih menguntungkan bagi calon pembeli karena bisa melihat produk asli tidak hanya fotonya. Transaksi pun bisa dilakukan saat itu juga. 

Tujuh Media Sosial Paling Populer

Berikut adalah contoh media sosial yang paling populer menurut kak Ilham. Dari tujuh media sosial yang ada, aku sendiri baru memasang satu sampai empat. Yang sudah dimaksimalkan baru facebook dan instagram. Kalau anakku dia sibuk di youtube. Pengen jadi youtuber dia hehehe. Aamiin. 

1. Facebook 
Media sosial yang bisa digunakan untuk terhubung dengan teman-teman yang hilang. Ketik namanya, maka bersabarlah membuka satu persatu orang yang mungkin itu adalah temanmu. Nyari mantan? Jangan deh tar yang ada malah jadi prahara hahaha.

2. Twitter
Media sosial ini baru beberapa waktu saja aku memasangnya. Yang pasti di sini aku tidak bisa menulis panjang kali lebih seperti di blog ini. Namanya juga cuitan masa panjang ya pendek lah. Kalau panjang namanya curhat bukan celoteh. Hehehe.

3. Instagram
Jika kamu mempunyai hobi fotografi, maka instagram adalah media yang tepat buat kamu eksis dari mulai swafoto, foto makanan, foto pemandangan dan sebagainya. Baru-baru yang bisa ditampilkan di instagram adalah mini blog. Tulisan dibuat bagian per bagian menggunakan canva misalnya.

4. Youtube
Untuk kamu yang millenial dan mengharapkan follower di kalangan usia muda. Maka manfaatkan akun youtube semaksimal mungkin. Siapa tahu nanti kamu bisa youtuber berpenghasilan amazing. 

5. Linked in
Menurut dailysocial.id linkedIn adalah jejaring sosial yang mempunyai konsep unik, di mana sebagian besar penggunanya adalah profesional yang memiliki latar belakang bisnis. Sebagai media identitas, linkedIn ini dijadikan media untuk memperkenalkan diri atau bisnis ke calon kolega.

6. Snapchat
Menurut wikipedia Snapchat adalah aplikasi pesan foto yang dikembangkan Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih kuliah di Universitas Stanford.

7. Tiktok
Nah, aplikasi media sosial terakhir adalah benar-benar buat kamu yang butuh eksistensi diri dan mempunyai rasa percaya diri tinggi. Dengan media sosial ini kamu bisa memperagakan berbagai gerakan dan tarian yang disesuikan dengan musik yang mengiringinya. Terlepas dari kontroversi boleh apa tidak untuk muslimah. Aku sendiri melarang anakku untuk main tik tok, hehehe itu kan pilihan tak perlu diperdebatkan yaa. 

Buat Prioritas Media Sosial Yang akan di pakai 

Dilihat dari manfaat dan media sosial yang terpasang di gawai, selanjutnya kita bisa menetukan media sosial mana yang akan digunakan. Jika tujuan kita branding dan sebagai media promosi blog, maka minimal 3 atau 4 media sosial kamu miliki untuk dipublikasikan dan ditautkan. Tapi gunakan satu yang prioritas berdasarkan manfaat dan fungsinya.

Cara Branding di Media Sosial

1. Tentukan audience
Langkah pertama dalam branding di media sosial. Tentukan kita mau masuk kalangan mana? kalangan milenial, emak-emak berdaster, kaum rebahan atau kalangan politisi, ilmiah atau mau concern terhadap satu hal apa. Maka kita akan memilah dan memilih audience kita sendiri. Tentunya konten yang kita buat akan disesuaikan dengan audience yang mengikuti kita.

2. Kamu mau dikenal sebagai apa?
Tadi sedikit sudah dibahas yang di atas, mengenai apa dan bagaimana kita mau dikenal orang lain. Nah karena kita sudah menentukan audience maka bahasa yang kita sesuaikan harus menyesuaikan dengan orang-orang yang menonton, melihat atau membaca konten di media sosial kita. Ya, masa kalau audience nya anak milenial kita menggunakan bahasa yang baku dan berat. Ya, otomatis ditinggal lah kita sendirian. 

3. Tentukan ciri khas
Poin ini tak kalah penting dalam branding di media sosial yaitu menetukan ciri khas diri. Ciri khas yang kalau bisa orang lain tidak punya dan hanya ada di kamu.

4. Sasaran yang ingin dituju
Jika sudah menentukan sasaran atau audience maka yang yang tak kalah penting adalah apa sapaan yang akan digunaakan untuk pengikut kita. Gaya bahasa yang kita pakai juga penggunakan diksi atau kata dalam pemaparan konten harus kita sesuaikan denga sasasaran yang akan membuka konten kita. 

5. Konsistensi menulis
Ini nyawanya kalau menurut aku sih. Jika kita punya media sosial yang jangan sampai kayak kuburan gitu sepi dari konten. Hal terburuk adalah kita akan ditinggalkan. Maka konsistensi menulis atau mengisi media sosial kita itu penting. Apalagi ada fans-fans kita di sana yang menunggu hal baru dari kita. Yaelahh fans, gayanya kayak artis aja. Hahaha. Lah iya kita artis, art dalam membuat konten atau konten creator. Bukankah menulis dan berbicara juga butuh seni agar enak untuk diikuti. Setuju?

Alhamdulillah nih Sobat Vie,  tugas negara selesai. Tulisan hari bisa dikupas dari kulit sampe ke daging-dagingnya. Mudah- mudahan bermanfaat ya buat sobat Vie yang kebetulan lagi butuh referensi pentingnya media sosial yang bisa menjadi magnet untuk kita brading diri.
Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

13 komentar

  1. Ehh, iya, postingan ini baru kulitnya aja yaaa. Saya tunggu materi lengkapnya, Kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Owalah malah jdi BW hiks.. Aku langsung lengkapi ini

      Hapus
  2. Keren, kak. Banyak sekali memang manfaat media sosial

    BalasHapus
  3. Ditunggu artikel lengkapnya teh

    BalasHapus
  4. Bagus sekaki tul8sannya ... jadi ingin mmebuat branding apa ya untuk aku ...????

    BalasHapus
  5. Keren kak. Betul skali kalo kita akan dikenal sesuai value yg kita punya. Nah, yg gawat kalo gak tau valuenya apa huhu kayak saya ini. Makasih tulisannya kak

    BalasHapus
  6. Betul kak, sosial media banyak banget manfaatnya, cuma ya itu tadi suka bikin lupa waktu

    BalasHapus
  7. Pengen banget naikin branding dengan medsos, tapi susah banget buat konsisten. Huhuhu

    BalasHapus
  8. Tugas negara, pun dikupas sampe ke daging-dagingnya heuheu.

    Tentang personal branding via media sosial ini masih PR ni, semoga segera ketemu, tercipta, dan dijalankan

    BalasHapus
  9. wah..keren tulisannya, informatif banget. Kita memang harus membranding diri.

    BalasHapus

Posting Komentar