header Diary Jingga

Sebotol Kisah Haru di Ramadhan Pertama⁣

Posting Komentar

.⁣
Oleh Vie⁣
. ⁣

Hari ini Yusuf sudah bisa pulang. Kakek menitipkannya pada perawat. Sementara dia pulang ke rumah dengan sisa uang yang dimiliki untuk  mengambil becak. Uangnya tak akan cukup untuk sewa mobil untuk mereka pulang.⁣
.⁣
Sepanjang jalan dia kayuh becak dengan sisa tenaga siang itu. Dilihatnya sang cucu tengah tidur tertumpu pada bantal dan selimut  lusuh yang ditumpuk di sebelahnya. ⁣
Sengat mentari membakar sekujur tubuh. Masih setengah jam lagi perjalanan. Dilupakannya rasa lapar dan haus. Lelah sudah pasti. ⁣
. ⁣
Yusuf terbangun, matanya tertuju pada deretan toko pakaian yang ia lewati. ⁣
"Kek, apa aku bisa beli baju baru?" ⁣
Kakek mendengarnya, tapi dia memilih pura-pura. ⁣
"Iwan dan Budi tahun kemarin memakai baju koko bagus ke masjid. Aku pengen baju kayak gitu. Gak mau kaos kayak tahun kemarin.⁣
Sendal dan pecinya pun baru.⁣
Kek...?" Yusuf memastikan suaranya didengar.⁣
"Iya Le." Itu saja yang mampu dia ucapkan. Dia tak bisa janji, apa tahun ini dia masih bisa membelikan sepotong baju untuk cucunya. Namun dia bertekad mulai besok akan mengayuh becak lagi. ⁣
.⁣
Mereka sampai di pekarangan rumah. Kakek memarkirkan becaknya. Lalu membawa Yusuf yang masih lemah masuk ke dalam. ⁣
"Kamu cepat sembuh, Le. Masjid rindu suara adzanmu. Kalau kamu sudah sehat benar, kita akan ke masjid lagi ya" Yusuf hanya mengangguk setuju. ⁣
"Kek, aku ga usah beli baju koko kayak Iwan dan Budi. Aku juga gak mau beli sendal dan peci." Yusuf menatap kakek gusar. ⁣
"Tenang toh,  Le. Masih banyak waktu" kakek terkekeh menghibur diri. ⁣
"Kakek mau mengayuh becak paginya. Nanti sore baru kita ke masjid ya. Nanti kakek belikan baju Koko kayak Iwan dan Budi punya" ⁣
Yusuf menggeleng. ⁣
"Nggak, Kek. Aku nggak mau. Aku hanya ingin sama kakek saja. Tak perlu baju baru. Tak perlu sendal dan peci. Aku mau kakek dekat aku. Jangan jauh-jauh. Tak apa-apa ga pakai baju baru. Kan masih ada baju aku yang masih bagus pengasih Budi itu loh Kek, yang kemeja." Dia menghampur ke pelukan kakekknya. Sekarang dia tidak mau lagi baju baru. Dia teringat mimpi buruknya, kakeknya pergi saat beli baju baru. ⁣
.⁣
#RWCODOP2020⁣
#OneDayOnePost⁣
#RWCDay18⁣
#Ramadhan2020⁣
#KMP⁣
#KMPdiarpussmi⁣




Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email