header Diary Jingga

Beda Usia Beda Cara Menanggapi Pandemi Covid-19 Sebagai Suatu Bencana Global Non Alami

5 komentar
Sudut Pandang tentang  Covid-19 berdasarkan psikologi perkembangan kognitif


Pendemi Covid-19 merupakan bencana global non alami, artinya bencana ini tidak terkait dengan peristiwa atau aktifitas alam seperti gunung berapi atau gempa. Kenapa bersifat global, karena bencana ini menyeluruh hampir di semua negara.


Indonesia merupakan salah  satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19. Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme jenis virus ini berhasil membuat manusia berpikir keras bagaimana cara menghentikan penyebarannya yang begitu masiv.


Perlu dilakukan upaya sosialisasi yang masiv juga dalam penangannya agar bencana ini cepat diatasi. Upaya sosialisasi ini tentunya harus disesuaikan dengan objek yang akan diberikan sosialisasi.


 Beda Usia, harus beda pula cara penyampaian sosialisasinya. Dalam perkembangannya, manusia dibagi ke dalam beberapa tahap perkembangan dalam siklus hidupnya. Tentunya, beda usia akan beda juga cara manusia menanggapi persoalan mengenai bencana covid- 19 ini.


 Dengan demikian stimulus yang diberikan akan berbeda juga dalam upaya sosialisasi pencegahan penyebaran virus ini. Berikut adalah tahapan perkembangan kognitif manusia menurut Jean Piaget


   Tahap Sensori- Motoris (Usia 0-2 Tahun) Pada tahap ini merupakan tahapan di mana manusia berada dalam tahap eksplorasi lingkungan. Segala pengetahuannya di dapat dari lingkungan dan orangtuanya dengan mengandalkan berbagai gerak motorik seperti sentuhan, gerakan yang akan diinterprestasikan dalam bentuk tindakan yang terkoordinasi.


Pada tahap ini orangtualah yang berperan melindungi anaknya dari penularan wabah virus ini. Anak cukup dijaga kebersihannya. Diberikan stimulus kegiatan di dalam rumah yang menyenangkan agar tidak merengek ingin keluar.


Pada usia ini, anak cenderung memasukkan tangan ke mulutnya, maka orangtua harus benar-benar bisa menjaga kebersihan alat makan dan mainannya. Hal terpenting tidak sembarangan memberikan anak pada orang lain yang baru masuk rumah tanpa sterilisasi.


 Tahap praaoperasional(2-7 Tahun) Pada tahap ini anak adalah peniru yang ulung. Namun, pada tahap ini juga menurut Pieget anak cenderung mempertahankan sikap egosentris. Namun sudah mampu menyimpan kata-kata dan bisa menggunakaanya. Berdasarkan perkembangannya.

Anak sudah dapat diberikan arahan-arahan mengenai covid-19 dengan sederhana tapi tidak boleh menakuti. Anak bisa diajarkan cuci tangan yang benar juga mengikuti perintah cuci tangan sebelum makan biar si virus corona tak mau mendekat.


 Tahap Operasional Kongkrit (7-11 Tahun) Menurut Prof.Dr.H. Muhammad Asrori, M.Pd dalam bukunya psikologi pembelajaran, beliau mengatakan pada tahap ini anak menyesuaikan diri dengan realitas konkrit dan sudah mulai berkembang rasa ingin tahunya.

 Dengan demikian Visualisasinya bisa berjalan baik saat dia diajak diskusi tentang dampak penyebaran corona ini. Menggambar virus corona atau menonton virus corona di video, ini salah satu upaya untuk mengenalkannya pada permasalahan yang terjadi.

Pada tahap ini anak sudah bisa menyimpulkan dan mengikuti apa yang diintruksikan.

 Tahap Operasional Formal (11 Tahun Ke atas) Pada perkembangan tahap ini, manusia sudah mampu merangkum seluruh informasi dan mewujudkannya dalam bentuk kerja nyata. Tahapan memperoleh informasi, lalu mengolah kemuadian menginterprestasikan sesuai apa yang dipahami.

 Tahapan ini adalah tahapan yang harusnya bisa menjadi penentu bisa diselesaikan tidaknya wabah corona ini. Pada tahap ini, informasi yang diperoleh harus dipilih dan dipilah mana yang akurat dan mana yang bohong (hoax). Proses literasi yang mumpuni akan mempengaruhi perkembangan seseorang pada tahap ini. Pandemi ini ditakuti, atau dihadapi dengan strategi yang baik.


Sumber: Psikologi Pembelajaran, Prof.Dr. Mohammad Asrori, M.Pd-hal47.Penerbit : CV Wacana Prima Bandung
Vie
I am a simple woman. Penyuka warna jingga. Seorang Ibu juga seorang pendidik yang menggandrungi dunia kepenulisan. Volunteer di Komunitas Guru Belajar (KGB) Sukabumi dan Komunitas Guru Madrasah Menulis
Lebih baru Terlama

Related Posts

5 komentar

Posting Komentar

Follow by Email